Balikpapan – Semangat menyambut Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tidak hanya ditunjukkan melalui persiapan organisasi. Dua pengurus Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Balikpapan memilih cara yang unik dan penuh makna, yakni mengayuh sepeda onthel dari Balikpapan menuju Jombang sebagai bentuk kecintaan kepada Nahdlatul Ulama. Muktamar NU ke-35 sendiri telah diputuskan berlangsung di Tambakberas pada 27–31 Agustus 2026.
Dua pengurus tersebut adalah Gus Wildan Abadi Al Khafidz, Seksi Humas Lesbumi PCNU Kota Balikpapan, dan Ferry Yuda Ariyanto, Seksi Kebudayaan Lesbumi sekaligus dalang Wayang Nyantri.
Gus Wildan lahir di Bojonegoro pada 20 November 1986. Dalam kesehariannya, ia bekerja sebagai pengemudi transportasi daring. Ia didampingi sang istri, Laila Afriani, serta dua orang anak, Ataniya Faiza dan M. Ahsanul Fuad, yang memberikan dukungan penuh atas perjalanan tersebut.
Sementara itu, Ferry Yuda Ariyanto merupakan pegiat seni budaya yang aktif mengembangkan tradisi pewayangan di lingkungan Nahdlatul Ulama melalui komunitas Wayang Nyantri. Semangat kebudayaan yang diusung Lesbumi menjadi salah satu bekal dalam perjalanan panjang menuju Kota Santri.
Keduanya berencana memulai perjalanan pada 21 Agustus 2026. Dengan mengayuh sepeda onthel, mereka akan menempuh ribuan kilometer menuju Pondok Pesantren Tambakberas. Mengenai waktu kepulangan, keduanya mengaku belum menetapkan jadwal secara pasti.
Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga menjadi simbol pengabdian kepada jam'iyah Nahdlatul Ulama. Di tengah tantangan cuaca, medan perjalanan, dan keterbatasan fisik, keduanya bertekad menyampaikan pesan bahwa kecintaan kepada NU dapat diwujudkan melalui aksi nyata.
Menurut mereka, perjalanan ini membawa pesan moral sekaligus kritik sosial bahwa di tingkat akar rumput masih banyak warga nahdliyin yang memiliki ghirah, semangat, dan rasa cinta yang luar biasa kepada Nahdlatul Ulama.
"Ini adalah pesan moral sekaligus kritik sosial bahwa akar rumput masih ada yang memiliki ghirah dan kecintaan luar biasa terhadap NU, sehingga memiliki tekad kuat mengayuh sepeda onthel dari Balikpapan menuju Jombang demi nama besar Nahdlatul Ulama."
Mereka juga berharap seluruh jenjang kepengurusan Nahdlatul Ulama semakin memperkuat semangat khidmah serta terus menghadirkan NU yang damai, sejuk, mengayomi, dan dekat dengan masyarakat.
Perjalanan Gus Wildan dan Ferry diharapkan menjadi inspirasi bagi warga nahdliyin, khususnya generasi muda, bahwa pengabdian kepada organisasi tidak selalu diwujudkan melalui jabatan, tetapi juga melalui dedikasi, pengorbanan, dan kecintaan yang tulus.
Sumber: Mata Jombang dan informasi dari Lesbumi PCNU Kota Balikpapan.
