JEMBER - Jangan takut berjuang untuk kepentingan NU, karena NU adalah wadah
atau organisasi para ulama untuk kemashlahatan masyarakat dan bangsa.
Demikian dikatkaan A’wan Syuriyah PCNU Jember, KH Muzakky Syah ketika memberikan ceramah dalam rangka istighotsah sekaligus pelantikan Ranting NU Jember Lor II dan Jumerto, Kecamatan Patrang di gedung Gabungan Organisasi Wanita, Rabu malam (15/5).
Menurut Kiai Muzakky, para ulama terdahulu telah mengorbankan harta dan jiwanya untuk membela Islam ala ahlissunnah wal jama’ah.
“Kiai Cholil Bangkalan, Kiai Hasyim Asy’ari, Kiai As’ad Syamsul Arifin adalah para ulama NU yang sudah banyak berjuang untuk NU dan bangsa,” tukasnya.
Pengasuh pesantren Al-Qodiri, Gebang tersebut menambahkan, NU didirikan oleh para ulama, dan sampai saat ini juga dikendalikan oleh para ulama, sehigga ikut NU berarti ikut ulama. Karena itu, katanya, tidak ada ruginya ikut dan berjuang untuk NU.
“Saya juga, kemana-mana mengisi pengajian NU, dan selalu dihadiri massa ribuan. Itu menunjukkan NU besar,” tuturnya.
Selain Kiai Muzakky Syah, Rais Syuriyah PCNU Jember KH Muhyiddin Abdusshoamd dan Sekretaris PCNU Jember KH Misbahussalam juga hadir, duduk bersila di panggung kehormatan. Sementara sekitar 600 undangan juga duduk lelesan berhadap-hadapan dengan panggung kehormatan.
Setelah dilakukan istighotsah dan siraman rohani oleh Kiai Muzakky, lalu dilakukan pelantikan Ranting NU Jember Lor II dan Jumerto. Kiai Muhyiddin Abdusshomad berkenan melantik kepengurusan dua Ranting NU periode 2013-2018 tersebut.
Demikian dikatkaan A’wan Syuriyah PCNU Jember, KH Muzakky Syah ketika memberikan ceramah dalam rangka istighotsah sekaligus pelantikan Ranting NU Jember Lor II dan Jumerto, Kecamatan Patrang di gedung Gabungan Organisasi Wanita, Rabu malam (15/5).
Menurut Kiai Muzakky, para ulama terdahulu telah mengorbankan harta dan jiwanya untuk membela Islam ala ahlissunnah wal jama’ah.
“Kiai Cholil Bangkalan, Kiai Hasyim Asy’ari, Kiai As’ad Syamsul Arifin adalah para ulama NU yang sudah banyak berjuang untuk NU dan bangsa,” tukasnya.
Pengasuh pesantren Al-Qodiri, Gebang tersebut menambahkan, NU didirikan oleh para ulama, dan sampai saat ini juga dikendalikan oleh para ulama, sehigga ikut NU berarti ikut ulama. Karena itu, katanya, tidak ada ruginya ikut dan berjuang untuk NU.
“Saya juga, kemana-mana mengisi pengajian NU, dan selalu dihadiri massa ribuan. Itu menunjukkan NU besar,” tuturnya.
Selain Kiai Muzakky Syah, Rais Syuriyah PCNU Jember KH Muhyiddin Abdusshoamd dan Sekretaris PCNU Jember KH Misbahussalam juga hadir, duduk bersila di panggung kehormatan. Sementara sekitar 600 undangan juga duduk lelesan berhadap-hadapan dengan panggung kehormatan.
Setelah dilakukan istighotsah dan siraman rohani oleh Kiai Muzakky, lalu dilakukan pelantikan Ranting NU Jember Lor II dan Jumerto. Kiai Muhyiddin Abdusshomad berkenan melantik kepengurusan dua Ranting NU periode 2013-2018 tersebut.
Untuk Ranting Jember Lor II, Rais Syuriyah dijabat Ahmad Madi, Katib
Ahmad Munir. Sedangkan Sugiono menjabat Ketua Tanfidziyah, Sekretaris H
Zainal Arifin dan Bendahara. H Sudarto. Untuk Ranting Jumerto, Mahsun
Taufiq dan Abd. Rauf menjadi Rais Syuriah dan Katib. Di jajaran
Tanfidziyah, Ahmad Solihin, Utsman dan Juri, masing-masing menjabat
ketua, sekretaris dan bendahara
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Aryudi A Razaq
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Aryudi A Razaq
0 comments:
Tulis komentar dengan menggunakan kata-kata yang baik, jaga sopan-santun dan sertakan Identitas secara jujur.
Terima kasih atas pengertian Anda ! Junjung tinggi Akhlaqul Karimah