KUDUS - Untuk menjawab tantangaan zaman, IPNU-IPPNU Kudus terus bertekad
mencetak kader-kader jurnalis dari kalangan pelajar NU. Harapan ke
depan, pelajar NU memiliki kemampuan menulis ide maupun gagasannya untuk
kepentingan dakwah.
Wakil Ketua bidang pengembangan santri, pelajar dan mahasiswa (PSPM) IPNU Kudus Ubaidillah Dwi Lazuardi menyampaikan hal itu kepada NU Online disela-sela acara Latihan Dasar Jurnalistik (LDJ) Forkapik IPNU-IPPNU di di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Prambatan, Kamis (9/5).
Ubadillah menekankan IPNU-IPPNU mempunyai tanggung jawab memberdayakan pelajar (NU) dalam berbagai bidang kemampuan dan ketrampilan. Jurnalistik, katanya, merupakan salah satu ketrampilan yang saat ini menjadi kebutuhan pelajar.
“Meski di sekolah-sekolah sudah diajarkan ilmu jurnalistik, namun LDJ ini sebagai upaya memperdalam ilmu menjadi lebih matang sampai mampu mempraktekkan,” katanya.
Upaya pengembangan keterampilan menulis, IPNU-IPPNU Kudus menerbitkan majalah Pilar yang terbit 3 bulan sekali dan bulletin Adz-Dzaka’ terbit sebulan sekali. Kedua media pelajar itu, imbuh ubaidillah, diharapkan menjadi ajang latihan menulis dalam menuangkan gagasan dan ide-ide bernas.
Terkait keberadaan Forkapik, ia menjelaskan organisasi forum pimpinan komisariat IPNU-IPPNU di lingkungan sekolah dan Madrasah di Kudus.
“Forkapik dibawah pembinaan dan pendampingan IPNU-IPPNU, secara khusus keberadaannya berjalan eksis mengembangkan IPNU-IPPNU di sekolah dan madrasah,” imbuhnya.
Latihan dasar Jurnalistik ini berlangsung selama dua hari mulai Rabu–Kamis (8-9/5). Sedikitnya 80 pelajar yang berasal dari MA/SMA/SMK se Kudus mengikuti dengan seksama. Berbagai materi dasar jurnalistik mulai pengenalan jurnalistik, teknik menulis berita, artikel dan manajemen redaksi disampaikan pemateri yang berasal dari wartawan media lokal di Kudus.
Wakil Ketua bidang pengembangan santri, pelajar dan mahasiswa (PSPM) IPNU Kudus Ubaidillah Dwi Lazuardi menyampaikan hal itu kepada NU Online disela-sela acara Latihan Dasar Jurnalistik (LDJ) Forkapik IPNU-IPPNU di di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Prambatan, Kamis (9/5).
Ubadillah menekankan IPNU-IPPNU mempunyai tanggung jawab memberdayakan pelajar (NU) dalam berbagai bidang kemampuan dan ketrampilan. Jurnalistik, katanya, merupakan salah satu ketrampilan yang saat ini menjadi kebutuhan pelajar.
“Meski di sekolah-sekolah sudah diajarkan ilmu jurnalistik, namun LDJ ini sebagai upaya memperdalam ilmu menjadi lebih matang sampai mampu mempraktekkan,” katanya.
Upaya pengembangan keterampilan menulis, IPNU-IPPNU Kudus menerbitkan majalah Pilar yang terbit 3 bulan sekali dan bulletin Adz-Dzaka’ terbit sebulan sekali. Kedua media pelajar itu, imbuh ubaidillah, diharapkan menjadi ajang latihan menulis dalam menuangkan gagasan dan ide-ide bernas.
Terkait keberadaan Forkapik, ia menjelaskan organisasi forum pimpinan komisariat IPNU-IPPNU di lingkungan sekolah dan Madrasah di Kudus.
“Forkapik dibawah pembinaan dan pendampingan IPNU-IPPNU, secara khusus keberadaannya berjalan eksis mengembangkan IPNU-IPPNU di sekolah dan madrasah,” imbuhnya.
Latihan dasar Jurnalistik ini berlangsung selama dua hari mulai Rabu–Kamis (8-9/5). Sedikitnya 80 pelajar yang berasal dari MA/SMA/SMK se Kudus mengikuti dengan seksama. Berbagai materi dasar jurnalistik mulai pengenalan jurnalistik, teknik menulis berita, artikel dan manajemen redaksi disampaikan pemateri yang berasal dari wartawan media lokal di Kudus.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor : Qomarul Adib
0 comments:
Tulis komentar dengan menggunakan kata-kata yang baik, jaga sopan-santun dan sertakan Identitas secara jujur.
Terima kasih atas pengertian Anda ! Junjung tinggi Akhlaqul Karimah