Headlines News :
Home » » KH A. Syamsul Arifin (Sang Pembela Aswaja): Tiga Pedoman Bagi Pengurus NU

KH A. Syamsul Arifin (Sang Pembela Aswaja): Tiga Pedoman Bagi Pengurus NU

BANGKALAN, MADURA - Seperti biasa, dalam setiap perhelatan pelantikan kepengurusan MWC NU di wilayah kerja cabang Bangkalan, PCNU selalu mengagendakan acara pemantapan peran dan tugas pengurus serta ajaran Aswaja bagi kepengurusan MWC NU terpilih.

Gelaran acara pemantapan kembali dilakukan oleh panitia pelantikan bersama pengurus MWC NU Arosbaya, Geger dan Klampis dengan menghadirkan KH Abdullah Syamsul Arifin dari Jember Jawa Timur.

Mengawali ceramahnya ketua PCNU Jember yang terkenal sebagai pegiat pembela ahlussunnah wal jama’ah ini memaparkan pentingnya modal kerja. 
“Sangat istimewa Bangkalan ini, karena embrio lahirnya NU adalah Bangkalan melalui Mbah Cholil. Semoga kita kelak di akhirat dijadikan satu rombongan bersama beliau,” paparnya.

Ditambahkannya “NU dilahirkan oleh 3 aspek pokok yang kelak harus kita (pengurus NU) terjemahkan dalam bentuk kerja nyata. Hilangkan stigma bahwa NU adalah bagian dari partai politik atau hanya berurusan dengan tahlil, qunut dan maulid diba’iyyah semata.”

Dikatakannya menjadi pengurus NU harus mapan secara ekonomi, sehingga nantinya all out dalam berfikir dan bekerja untuk NU. Kemapanan ekonomi ini diwujudkan melalui Nahdlatut Tujjar untuk bidang ekonomi, jika sudah mapan maka gerakan akan bergeser kepada kemampuan politik (Nahdlatul Waton). Pengurus NU harus paham dan mulai berfikir, apalagi jelang Pilkada dan pemilu jangan mudah memberikan dukungan kepada orang yang berteriak ‘Kita akan all out memperjuangkan suara Nahdliyin, maka dukunglah saya’.

“Lihat dahulu mapan enggak ekonomi mereka,” papar mantan Cabup Jember ini. “Jangan-jangan hanya cari pekerjaan. Tanpa kemapanan ekonomi sulit berbicara kebijakan politik, kalau secara ekonomi mapan lihat ambisi politiknya, baru kita lihat kepentingan aqidahnya.”

Ia menegaskan, NU harus bangun dan bangkit, pengurus NU jangan sekali-kali menggadaikan NU untuk kepentingan sesaat.

Selain terkait latar belakang kenapa NU didirikan dosen STAIN Jember yang juga wakil katib PWNU Jatim ini juga mengurai akan pentingnya nilai-nilai leadership. Kemampuan manajerial sudah harus dimasukkan dalam setiap proses pemilihan kepemimpinan di NU, tapi harus nyambung dengan karakter ulama, karena NU bukan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.

Ia mengatakan NU menjunjung tinggi sikap toleransi bukan menjustifikasi kebenaran ajaran agama lain. NU akan menghargai pilihan masyarakat terkait pilihan agama, kepercayaan dan amaliahnya, itulah yang namanya toleransi, tetapi NU tidak akan pernah membenarkan segala bentuk kegiatan yang menyimpang dari Islam dan ahlussunnah wal jama’ah.

“Kalau ini dilakukan (justifikasi) kenapa tidak sekalian saja kita pindah agama,” seloroh Gus Aab, panggilan akrabnya yang disambut aplaus undangan pelantikan.

Kepada pengurus yang dilantik, Ketua MUI Jember ini berpesan agar filosofi sholat jama’ah juga dijadikan kerangka berfikir dalam menjalankan amanat jam’iyyah.

“Satu tujuan (niat yang sama) kepatuhan pada pimpinan (imam), jangan sekali-kali melakukan pergantian di tengah jalan, dan mengetahui karakter jama’ah (umat) ini harus. Tanpa memahami karakter jama’ah akan sulit dijamin program kerjanya bisa maksimal dan optimal,”

Selain terkait 3 hal pokok yang harus dipahami pengurus Gus Aab juga berpesan agar kepengurusan di bawah mampu merawat umat secara maksimal, biar tidak diambil orang, menyerang jam’iyyah (NU secara organisasi) hanya merupakan kebodohan bagi pihak luar.

“Ingatlah juga tentang pendidikan dan masjid yang selama ini lepas dari pembinaan kita, kalau ini dimaksimalkan, insyaallah NU akan menjadi pelayan dan akan dilayani umat,” tegasnya.


Redaktur: Mukafi Niam
Share this article :

0 comments:

Tulis komentar dengan menggunakan kata-kata yang baik, jaga sopan-santun dan sertakan Identitas secara jujur.

Terima kasih atas pengertian Anda ! Junjung tinggi Akhlaqul Karimah

 
||
||
PCNU KOTA BALIKPAPAN - KALIMANTAN TIMUR © 2013-2014 | ALL RIGHT RESERVED
Supported : Madinatul Iman Media Group and Maskoli